Posted by: katabuku | May 11, 2010

Allah Menyapa Anda

Subjudul: Mengenal Praktik Doa Lectio Divina; Penulis: Tony Jones; Penerbit: BPK Gunung Mulia 2009

Spiritualitas pada hakikatnya merupakan inti dari religiositas atau keberagamaan. Setiap agama memiliki pola pembentukan spiritualitasnya masing-masing. Penguatan spiritualitas dapat dilakukan dengan berbagai latihan rohani melalui berbagai bentuk seperti doa, meditasi, puasa, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, spiritualitas bisa didalami dan dihayati sebagai disiplin rohani untuk menciptakan suatu suasana meditatif dan keheningan yang membuka diri bagi kehadiran realisme transendental.

Meditasi individual dalam praktik keagamaan adalah salah satu cara atau upaya untuk menenangkan diri dan menjernihkan pikiran dari simpang-siur lalu-lintas kognisi yang melelahkan jiwa manusia. Aksentuasi pada kerja rasional telah memberi beban berlebihan pada otak, yang pada gilirannya memengaruhi seluruh aktivitas dan metabolisme tubuh. Pikiran yang tenang akan memengaruhi peredaran darah dalam tubuh manusia. Kesadaran yang jernih akan mematangkan kepribadian manusia dalam meresponi tekanan-tekanan psikis dalam desakan kerja dan tuntutan hidup. Hidup menjadi terpenjara dalam rutinitas dan kerap kelebihan beban.

Sebagian besar dari kita tahu bahwa kekristenan bukanlah sekadar bagaimana cara seseorang hidup – banyak orang yang hidup seperti Kristus tetapi mereka bukan orang Kristen. Tony Jones menyatakan bahwa kita telah bertindak seakan-akan kekristenan hampir selalu melulu memikirkan hal-hal yang benar: cukup menghafal ayat-ayat Alkitab, sering pergi ke acara pendalaman Alkitab, banyak baca buku teologi. Padahal menjadi seorang Kristen sama sekali tidak seperti itu. Sebaliknya, kekristenan adalah sebuah jalan hidup. Orang-orang seperti Bunda Teresa, Fransiskus dari Asisi, Dietrich Bonhoeffer, dll, adalah sedikit contoh dari mereka yang memberi kita teladan untuk dipanuti dan diperjuangkan. Mereka telah membuat iman menjadi jalan hidup mereka. Gaya hidup inilah, gaya hidup Yesus, yang paling memberikan ilham bagi kita.

Bagi para murid Yesus, iman bukanlah sebuah daftar keyakinan atau suatu pengakuan iman, sebagaimana banyak kita lihat dalam banyak gereja. Selama tiga tahun mereka hidup bersama Yesus, iman mereka adalah ini: bangun setiap pagi, sarapan bersama dan pergi ke mana pun Yesus pergi. Sesungguhnya ini adalah hal yang cukup sederhana. Namun, inti kehidupan Kristen adalah bahwa mengikut Yesus menjadi suatu jalan hidup – bukan hanya sekadar sebuah daftar mengenai apa yang boleh dan tidak boleh atau suatu pernyataan untuk dikenang dan diucapkan.

Namun bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Itu terjadi dengan menyediakan sebuah ruang dalam kehidupan kita untuk Roh Kudus. Itu berarti menyingkirkan sebagian hal lain yang menghabiskan waktu dan tenaga kita, dan mengarahkannya kembali agar berfokus kepada Allah. Dalam tradisi Kristen, meluangkan waktu bagi Allah sering kali disebut disiplin rohani. Lectio Divina, praktik yang dijabarkan di dalam buku ini, adalah suatu metode untuk mengizinkan Roh Allah memasuki kehidupan kita. Anda ingin tahu? Kenapa tidak mulai membaca halaman-halaman berikutnya?

steve gaspersz


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: