Posted by: katabuku | September 5, 2009

Keadilan dan Perdamaian

Subjudul: Tanggung Jawab Kristiani dalam Pembangunan Dunia; Penulis: J. Milburn Thompson; Penerbit: BPK Gunung Mulia 2009 (diterjemahkan oleh Steve Gaspersz dkk)

Setiap hari kita disuguhi beraneka macam berita melalui berbagai media massa. Gaya hidup kita pun sudah menjadi sangat tergantung pada keberadaan berbagai media. Rasanya kurang afdol kalau kita tidak memulai hari-hari kita tanpa membaca koran di pagi hari; atau setidaknya kita merasa kurang pas dan agak ketinggalan kalau dalam sehari kita tidak membaca atau mendengar atau menonton berita, entah dari media cetak ataupun media elektronik.

Tetapi benarkah dengan semua sajian berita tersebut kita telah benar-benar mengetahui realitas dunia dan masyarakat? Tentu saja tidak, karena media hanya menyajikan berbagai peristiwa “apa adanya” bahkan tanpa suatu analisis terhadap apa sebenarnya yang menjadi penyebab mendasar peristiwa tersebut dan apa saja dampak jangka panjangnya bagi umat manusia. Padahal, jika dicermati dengan saksama, seluruh peristiwa yang terjadi di dunia ini memiliki keterkaitan erat satu dengan yang lain. Malah, dampak dari satu peristiwa dengan kecepatan yang luar biasa merembet ke wilayah-wilayah dunia lainnya. Kita tidak akan mampu memahami akar dan dinamika suatu persoalan tanpa menyimak tautannya dengan peristiwa-peristiwa lainnya.

Penulis buku ini, J. Milburn Thompson, hendak mengajak kita untuk mencermati berbagai peristiwa global yang terjadi selama beberapa dasawarsa terakhir dengan lebih menukik pada akar-akar persoalan yang kerap luput dari perhatian kita. Dengan suatu analisis yang mendalam dan komprehensif Thompson menyajikan kepada kita suatu elaborasi fenomena masyarakat global dengan seluruh dampak-dampaknya disertai pengungkapan data yang akurat. Dengan seluruh paparannya dalam buku ini, Thompson seolah-olah membawa kita menjelajahi setiap pelosok dunia dan memperlihatkan kepada kita bagaimana persoalan-persoalan global muncul dan saling memengaruhi. Sekaligus, Thompson juga menantang komunitas-komunitas beragama – khususnya Kristen – untuk prihatin dan terlibat dalam proses pembangunan dan pemulihan masyarakat dunia yang sedang didera oleh berbagai masalah akibat dari keputusan-keputusannya sendiri yang tidak memperhitungkan lingkungan sosial maupun lingkungan alamiah planet bumi ini.

Perang, kerusakan lingkungan, kemiskinan, ketidakadilan, perlombaan senjata, perundingan damai, dan serangkaian masalah global, dihadapkan oleh Thompson secara gamblang, sambil mengajak kita menelusuri akar-akar persoalannya. Namun, Thompson tidak hanya berhenti pada tataran analisis sosial-politik saja. Ia selanjutnya juga menantang orang-orang Kristen, yang dalam perspektif Barat, untuk turut memikirkan dan bertanggung jawab mencari berbagai solusi atas seluruh persoalan tersebut. Thompson menyatakan dengan tegas bahwa orang-orang Kristen Barat mesti bertanggung jawab karena mereka telah menjadi bagian integral dari sistem dan tatanan masyarakat global yang timpang dan tidak adil.

Menurut Thompson, pada hakikatnya seluruh persoalan global yang terjadi saat ini bertumpu pada tiadanya rasa keadilan yang menyebabkan terjadinya krisis kepercayaan antarkomunitas dan antarbangsa. Ketiadaan rasa keadilan tersebut telah memicu sejumlah konflik antarkelompok, bahkan sampai pada taraf perang antarnegara, yang menimbulkan begitu banyak korban manusia. Pada titik itulah, Thompson mencoba untuk meletakkan seluruh persoalan global tersebut pada upaya-upaya menciptakan keadilan bagi sebagian besar umat manusia. Tentu ini bukan upaya yang mudah, karena sejarah dunia telah membentuk suatu struktur-struktur sosial yang lebih memberikan keuntungan bagi kelompok-kelompok dominan. Kelompok-kelompok inilah yang dengan sangat keras menentang upaya-upaya pembaruan tatanan sosial yang lebih adil – karena hal itu tidak menguntungkan mereka.

Justru di situ, menurut Thompson, komitmen kristiani sebagai pembawa damai diuji terus-menerus. Terutama bagi orang-orang Kristen Barat, ujian terberat adalah terus mempertanyakan apakah memang pesan-pesan kristiani masih relevan jika pada saat yang sama di dalam pesan-pesan itu mereka kemudian menyadari bahwa mereka harus melepaskan segala “kenyamanan” yang telah mereka nikmati sebagai konsekuensi sistem dunia yang tidak adil. Keadilan dan perdamaian lantas menjadi agenda utama setiap orang Kristen – baik di Barat maupun di wilayah-wilayah bukan Barat – untuk menyatakan tanggung jawabnya terhadap masa depan dunia yang lebih baik berlandaskan pada nilai-nilai kristiani yang diimaninya. [steve gaspersz]


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: