Posted by: katabuku | April 17, 2009

Cerita Itu Berlanjut…

scan0005

Terbit 3 Volume; Penulis: Nico Ter Linden; Penerbit: BPK Gunung Mulia 2009

Alkitab adalah kitab tua yang di sepanjang zaman menjadi sumber perdebatan manusia. Para penyusun teks-teks Alkitab berasal dari kelompok-kelompok yang sangat variatif. Alkitab itu juga dibaca oleh berbagai kelompok masyarakat. Itulah yang menyebabkan munculnya pola atau cara pembacaan Alkitab yang berbeda-beda. Pesan-pesan teologis Alkitab pun ditanggapi dengan berbagai macam cara dan melahirkan sikap hidup yang kontekstual.

Kendati tidak jarang menimbulkan masalah, Alkitab juga memberi inspirasi bagi banyak orang dalam menghadapi pergumulan hidup dan menggali makna agar hidup tidak kehilangan dimensi-dimensi eksistensialnya. Kerangka budaya dan sosiologis partikular menjadi wahana bagi pesan-pesan universalnya – sejauh kerangka budaya dan sosiologis itu dipahami secara utuh dengan makna-maknanya.

Seperti yang ditulis oleh Pdt. Andar Ismail dalam back-cover buku ini bahwa isi Alkitab sebetulnya bukan khotbah, melainkan cerita, maka buku Nico Ter Linden ini sebenarnya merupakan suatu upaya menarasikan ulang cerita-cerita Alkitab tersebut. Dengan kemasan narasi yang menarik dan penuh kejutan, Nico Ter Linden mengajak kita menelusuri relung-relung penarasian sehingga kita seolah-olah membaca cerita-cerita itu sebagai “cerita kita” yang hidup pada masa kini. Dengan cara itu, jarak waktu dan budaya yang menyusun alur narasi Alkitab terjembatani dan pembaca Alkitab pada masa kini tidak tersekat secara kaku, malah mendapatkan inspirasi-inspirasi segar dan kontemporer dalam mengalami cerita-cerita kehidupannya sekarang.

Membaca dan mempelajari Alkitab sebagai narasi, seperti dilakukan Nico Ter Linden, membawa kita pada petualangan menarik karena menelisik cerita-cerita pengalaman alkitabiah sebagai pengalaman kita sendiri. Dengannya kehadiran Tuhan menjadi kehadiran dalam pengalaman kita sendiri. Kehadiran yang dekat, tak berjarak, dan tak tersekat. Tuhan sejarah dan Tuhan masa depan yang melingkupi kehidupan kita dengan kuasa-Nya. Kesadaran alkitabiah semacam itu menggerakkan kehidupan kita secara praktis, sehingga pesan-pesan teologis itu mendinamisasi pertumbuhan iman secara konkret dalam realitas kemanusiaan kita semua.

Steve Gaspersz


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: