Posted by: katabuku | February 6, 2009

Hospitalitas

hospitalitas-jpeg

Subjudul: Orang Asing: Teman atau Ancaman?; Penulis: Michele Hershberger; Penerbit: BPK Gunung Mulia 2009

“Menerima tamu” (hospitalitas) tentu bukan kebiasaan yang aneh dalam kehidupan kita. Hampir dalam seluruh kebudayaan masyarakat manusia di dunia, dapat ditemukan berbagai tradisi unik dalam menerima dan menjamu tamu atau orang asing.

Dalam buku ini Michele Hershberger memberi kesempatan kepada kita untuk melihat hospitalitas lebih dekat lagi. Melalui kumpulan kisah kesaksian Alkitab dan masa kini yang mengagumkan mengenai hospitalitas, Michele menghadirkan tindakan-tindakan dalam kehidupan. Tulisan-tulisannya ini merupakan suatu rekaman kisah petualangannya yang penuh semangat, disertai berbagai kisah pribadi dan anekdot yang dapat membantu kita untuk melihat makna hospitalitas dan bentuknya pada masa kini. Memberlakukan hospitalitas membutuhkan pengetahuan untuk memandang secara berbeda.

Kata hospitalitas adalah terjemahan dari kata benda Latin hospitium (atau kata sifatnya hospitalis), yang berasal dari hospes, yang artinya “tamu” atau “tuan rumah”. Konsep ini juga dipengaruhi oleh kata Yunani xenos, yang menunjuk kepada orang asing yang menerima sambutan atau yang melakukan penyambutan terhadap orang lain. Jadi kata aslinya memperlihatkan suatu lapisan makna, yang di baliknya terkandung makna lebih dalam. Terjemahan langsung dari kata Yunani untuk hospitalitas dibentuk dari dua bagian, yaitu cinta kasih dan orang asing, yang secara harfiah berarti “cinta orang asing”. Mencintai orang asing ini seperti dalam 1 Petrus 4:9: “Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.” Akar kata “orang asing” (stranger) juga berarti “yang dijamu”, “menjamu”, atau “yang diberi kejutan”. Cinta kasih kita membawa kita untuk menjamu, sementara orang asing membawa kejutan yang menggembirakan bagi kita.

Hospitalitas sejati lebih dari sekadar mengundang orang-orang makan malam di rumah kita. Hospitalitas lebih daripada suatu tindakan atau pikiran, tetapi suatu cara khusus memandang dunia. Menurut Michele, dalam bentuk paling sederhana, hospitalitas merupakan cara memandang orang asing melalui mata Yesus. Ini berarti memilih mencari Yesus dalam diri orang asing. Hospitalitas berarti mencintai orang asing. Oleh karena itulah, hospitalitas adalah suatu pilihan. Kita menolak kecurigaan terhadap orang asing sebagai reaksi pertama. Kita memilih membiarkan beberapa orang di luar pengawasan kita ketika kita menjumpai orang asing dan ketika kita berinteraksi dengan beberapa teman lama. Kita memilih menantikan kejutan dari orang asing.

Buku ini menuturkan transformasi kisah-kisah para tamu dan tuah rumah yang diubah oleh tindakan hospitalitas. Michele Hershberger berterus terang mengenai pergumulannya dan berusaha untuk memberi ruang atas kekecewaan serta hal-hal yang tak dapat dijelaskan. Tindakan hospitalitas yang sederhana kadang-kadang membawa kita dalam transformasi yang tak terduga dan perubahan yang mengejutkan.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: