Posted by: katabuku | July 29, 2008

Seksualitas: Pemberian Allah

Penyunting: Anne K. Hershberger; Penerbit: BPK Gunung Mulia 2008

Coba kita perhatikan tayangan-tayangan di tv tentang kehidupan para pesohor (selebrity). Kesan apakah yang bisa kita terima? Tentu bermacam-macam. Tetapi belakangan ini salah satu hal yang mencolok adalah soal pernikahan dan perceraian di kalangan artis. Mari kita lihat lagi lembar kehidupan yang lain. Pemerkosaan, perselingkuhan, fungsi perempuan sebagai ”instrumen” tawar-menawar kekuasaan dalam dunia politik, aborsi, seks bebas di kalangan remaja, kontroversi seputar perkawinan sejenis, perdebatan dan tarik-ulur sekitar soal pornografi dan pornoaksi, dan lain-lain. Semua itu sudah menjadi bagian dari cerita kehidupan kita manusia. Dan yang menjadi kata kunci di sini tidak lain adalah ”seksualitas”. Seksualitas merupakan sebuah konsep yang rumit, dan karena itulah sering terperosok pada proses pendangkalan maknya yang hakiki. Dalam sebagian kebudayaan, seksualitas masuk dalam suatu ranah tabu, yang hanya menjadi wacana privat dan bukan publik. Tetapi dalam kebudayaan-kebudayaan yang lain, seksualitas dilihat sebagai unsur hakiki eksistensi kemanusiaan yang karenanya manusia bebas mengekspresikan seksualitas sebagai hak asasinya. Agama-agama pun memiliki pandangan tentang seksualitas yang bervariasi, yang tentu saja sangat bergantung pada tradisi religius dan interpretasinya terhadap kitab suci.

Jadi, bagaimana memahami seksualitas? Kumpulan tulisan dalam buku ini merupakan upaya untuk memahami seksualitas hakikat penciptaan yang termanifestasi dalam kemanusiaan, tetapi lebih jauh juga ingin menempatkan seksualitas sebagai ”pemberian” Allah. Buku ini bukanlah pedoman tentang seks, serta tidak juga membahas mengenai dasar-dasar hubungan seks, walaupun hal-hal tersebut tidak boleh diabaikan. Buku ini lebih kepada suatu interpretasi tentang seksualitas dari sudut pandang berbagai dimensi.

Ada tujuh fondasi yang melandasi konstruksi pemahaman tentang seksualitas yang membingkai tulisan-tulisan dalam buku ini.
Fondasi pertama: Teologi Tubuh – Seksualitas yang sehat ditopang oleh teologi yang bijak tentang tubuh. Selama berabad-abad pikiran kita dirasuki oleh keyakinan yang salah bahwa tubuh adalah jahat dan roh adalah baik. Pandangan kita yang keliru tentang tubuh menghalangi kita berbicara secara terbuka dan jujur tentang tubuh seksual kita. Namun, teologi tubuh yang tepat memampukan kita melihat dan menghayati tubuh kita sebagai pengungkapan diri, menikmati aneka ragam sensasi, merangkul orang lain dalam pergaulan hangat dan saling membangun, sebagai perwujudan citra Allah.
Fondasi kedua: Teologi Seksual – Sebagai orang percaya, kita semestinya memiliki sikap paling positif terhadap tubuh dan seksualitas kita. Kitalah satu-satunya yang mengetahui bahwa Allah yang menciptakan tubuh dan seksualitas kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan berbagai konsep dan sikap-sikap salah yang berbahaya tentang seksualitas menjalar ke dalam pikiran kita.
Fondasi ketiga: Penghormatan kepada Laki-laki dan Perempuan – Kendati kita mempunyai semua pengetahuan ilmiah, kita tidak sepenuhnya mengerti bagaimana keserupaan laki-laki dan perempuan. Kita tidak serupa, namun kita mempunyai persamaan dan saling melengkapi. Kita semua memiliki pandangan yang kurang ideal tentang jenis kelamin orang lain. Jika kita, sebagai laki-laki dan perempuan, mempunyai rasa hormat timbal-balik, maka keberadaan masing-masing pihak dapat mendorong pada sukacita, pengembangan bersama, dan memberikan yang terbaik terhadap yang lain.
Fondasi keempat: Integrasi Seks dan Kehidupan – Seksualitas adalah bagian integral dari keberadaan kita, dan meliputi keseluruhan hidup kita. Kita adalah insan seksual dan berkomunikasi sebagai insan seksual. Persetubuhan dengan alat kelamin hanyalah sebagian dari seksualitas. Seseorang dapat menjadi pribadi yang utuh, sehat, penuh, dan bersemangat seksual tanpa pernah mengalami persetubuhan. Seksualitas kita menunjukkan siapa kita, bukan apa yang kita lakukan. Seks bukanlah suatu bagian terpisah dari kehidupan dan keberadaan kita, sehingga dapat kita perlakukan secara terpisah.
Fondasi kelima: Memperkokoh Seksualitas Semua Orang – Kita seyogianya tidak menolak seksualitas siapa pun – entah laki-laki atau perempuan, tua atau muda, orang tua atau anak-anak, sakit atau sehat, cacat tubuh atau cacat tersembunyi, cerdas atau bodoh, menikah atau hidup sendirian.
Fondasi keenam: Pendidikan Seksualitas yang Sehat – Pengertian kita tentang seksualitas manusia dan sikap seksual kita dapat dipelajari. Pendidikan seks yang baik penting sekali bagi kehidupan seksual yang bahagia, aman, dan positif. Idealnya, pendidikan seks haruslah dimulai di rumah oleh orangtua yang mengasihi, karena sesungguhnya model kehidupan seksual ada di sana. Anak-anak membutuhkan landasan seksual berdasarkan nilai-nilai rohani sebelum mereka diserbu dengan gencar oleh media massa yang mengagungkan nilai-nilai hedonisme, atau mereka sendiri sulit mengendalikan nafsu mereka.
Fondasi ketujuh: Merayakan Seks – Seksualitas harus dirayakan. Seksualitas adalah kegembiraan hidup dan dapat menjadi sumber kebahagiaan. Kita menyadari bahwa suatu perasaan damai dan kebebasan seksual yang benar adalah saat kita sebagai bagian dari suatu komunitas, menghormati seksualitas dan keunikan kita sehingga membebaskan kita dari perasaan bersalah karena alat kelamin dan keasyikan, dan menunjukkan kepada kita bagaimana saling memercayai satu sama lain.

Dalam buku ini seksualitas dilihat dari sudut pandang psikologi, sosiologi, kedokteran, spiritualitas, filsafat, dan teologi. Itulah yang membuat buku ini menjadi unik. Buku ini penting untuk dibaca dan didiskusikan sebagai bagian dari pendidikan seks dalam lingkungan organisasi pemuda maupun gerejawi. Hanya dengan cara itulah seksualitas tidak lagi menjadi tabu, tetapi menjadi suatu anugerah dalam hidup kita.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: