Posted by: katabuku | March 26, 2008

Melakukan Buah Roh – Doing What Comes Spiritually

melakukanbuahroh-revisi.jpg

Penulis: John M. Drescher; Penerbit: BPK Gunung Mulia 2008

Kiasan buah-buah Roh dalam Galatia 5:22-23 merupakan salah satu kiasan yang paling popular dalam menggambarkan karakter orang Kristen. Kiasan buah-buah Roh acapkali diposisikan secara paradoks dengan kiasan sebelumnya, yaitu mengenai “perbuatan daging”. Sebegitu populernya sampai-sampai kita begitu saja mengandaikan bahwa kita sudah tahu satu demi satu makna dari apa yang disebut “buah-buah Roh” itu. Kedangkalan pemahaman atas makna “buah-buah Roh” itu membuat kita tiba pada anggapan bahwa “buah-buah Roh” itu sama saja dengan segala sesuatu yang berbau rohani, sedangkan “perbuatan daging” identik dengan hal-hal yang duniawi.

Bahkan, ada orang yang menganggap bahwa mereka yang melakukan “buah-buah Roh” adalah orang-orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus, dan orang-orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus selalu identik dengan kegaduhan – berteriak, bernyanyi keras-keras atau melompat-lompat. Drescher justru mengatakan sebaliknya. Jika kita hendak menghasilkan buah-buah Roh, lihatlah bagaimana buah-buah bertumbuh. Tak ada kesan bahwa buah bertumbuh dalam keriuhan dan kegaduhan suara. “Kita mengetahui buah sedang dihasilkan karena kita melihat pertumbuhan kuncup-kuncup yang teratur dan tenang; bunga-bunga yang harum; dan akhirnya buah-buah yang manis. Prosesnya begitu tenang namun begitu jelas terlihat” (hlm. 1).

Drescher melihat bahwa pertumbuhan buah-buah Roh harus dilihat dalam tiga matra:

Pertama: Roh Kudus bekerja dengan tenang di dalam kehidupan kita seperti buah yang bertumbuh di pohon. Seperti pohon yang menyambut kehidupan baru di musim semi, demikian juga kita, yang di dalam Kristus, menyambut kehidupan baru di dalam Roh Kudus. Buah Roh bertumbuh melalui pancaran berkat rohani Allah yang menyegarkan, sinar matahari dari kasih Allah dan kasih umat Allah, makanan bergizi dari Alkitab dan doa, dan pemangkasan di dalam kehidupan kita oleh Allah Sang Pengurus Agung.

Kedua: Kita harus mengolah tanahnya bila kita ingin buahnya lebat. Gereja menyediakan kondisi terbaik untuk pertumbuhan buah Roh. Seorang Kristen tidak dapat memiliki buah Roh tanpa persekutuan umat percaya. Buah Roh bertumbuh hanya ketika kita berhubungan dengan orang lain yang juga sedang bertumbuh dalam anugerah Kristus.

Ketiga: buah Roh itu ibarat sebuah taman bunga. Kita akan melihat keindahan buah-buah Roh tersebut dengan keunikannya masing-masing.

Buku ini merupakan uraian sederhana mengenai makna setiap buah Roh yang disebutkan Paulus dalam Galatia 5:22-23: Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan Diri. Dengan bahasanya yang sederhana, John Drescher mengajak kita untuk memahami satu demi satu makna buah-buah Roh tersebut disertai dengan beberapa ilustrasi maupun kutipan kata-kata bijak dari orang-orang lain. Buku ini merupakan sebuah ajakan untuk melakukan peziarahan iman situs-situs batiniah seorang Kristen, yang menghubungkan hidup dan imannya dalam perenungan-perenungan konkret yang membawa kepada transformasi batin, karakter, dan relasi dengan Tuhan serta sesama. Tidak hanya menarik untuk dibaca dan direnungkan, pada bagian akhir setiap uraian John Drescher memberikan ruang bagi setiap pembaca untuk mengendapkan perenungannya dengan pertanyaan-pertanyaan untuk didiskusikan. Sehingga buah-buah Roh itu bukan hanya kita nikmati seorang diri, melainkan turut menyegarkan dan menghidupkan orang lain dalam suatu percakapan atau diskusi yang kritis.

Steve Gaspersz


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: