Posted by: katabuku | March 18, 2008

Buku Pintar Pekerja Sosial – Jilid 1

bukupintar-pekerjasosial-75.jpg

Penyunting: Albert R. Roberts dan Gilbert J. Greene; Penerbit: BPK Gunung Mulia 2008

Profesi pekerja sosial adalah suatu profesi yang diakui secara internasional dan mempunyai jaringan organisasi praktik dan pendidikan internasional. Di Indonesia, profesi ini sering dibingungkan dengan voluntarisme, para-profesional dan pegawai negeri. Makin dibingungkan pula karena seringnya seseorang disebut sebagai pekerja sosial meskipun tidak memiliki pendidikan formal di bidang tersebut. Praktik pekerjaan sosial profesional sangat berbeda dari pemberian bantuan amal. Perbedaan pekerjaan sosial profesional dan bentuk-bentuk layanan non-profesional mirip dengan perbedaan antara dokter medis profesional dan praktisi medis non-profesional. Seorang pekerja sosial profesional bekerja dengan acuan pada kode etik profesi dan bertanggung jawab kepada organisasi tempat ia berpraktik, klien/komunitas dan profesi itu sendiri. Keterampilan profesional pekerja sosial mencakup asesmen dan intervensi berdasarkan prinsip-prinsip dari penelitian dan pengetahuan pekerjaan sosial.

Pekerja sosial profesional bekerja dengan menggunakan pendekatan-pendekatan sistematis berdasarkan sejumlah pengetahuan dan penelitian. Profesi pekerjaan sosial mempunyai komitmen terhadap kebijakan dan praktik yang mempromosikan keadilan sosial, hak asasi manusia, akses kepada sumber-sumber dan layanan bagi semua orang, khususnya bagi mereka yang rentan. Dengan demikian, keprihatinan pekerjaan sosial pertama-tama adalah pelayanan kemanusiaan yang fokus pada manusia-dalam-lingkungan sebagai suatu paradigma dalam melakukan asesmen dan perubahan. Kerangka biopsikososial-spiritual pekerjaan sosial menawarkan suatu perspektif yang luas dalam perilaku manusia. Kerangka ini digunakan untuk mengases berbagai situasi dalam konteks komunitas, keluarga dan lingkungan sosial yang lebih luas. Situasi dipahami sebagai gabungan faktor-faktor fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Jadi, kebutuhan manusia dan sumber-sumber untuk memenuhi kebutuhan tersebut dipandang sebagai kesatuan yang saling berkait. Oleh karena akses terhadap sumber-sumber untuk kelangsungan hidup dan pendidikan, kesehatan dan pekerjaan adalah faktor yang sangat penting dalam asesmen maka intervensi pekerjaan sosial untuk perubahan biasanya difokuskan pada individu, keluarga, komunitas dan lingkungan agar terjadi perubahan dalam alokasi dan ketersediaan sumber-sumber untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Secara keseluruhan buku ini terbagi menjadi lima bagian dengan 43 tulisan. Bagian-bagian adalah: (I) Konteks Praktik Pekerjaan Sosial; (II) Asesmen Dalam Praktik Pekerjaan Sosial: Pengetahuan dan Keterampilan; (III) Penerapan Pendekatan Penanganan Dalam Pekerjaan Sosial Klinis; (IV) Panduan Manajemen Kasus; (V) Bekerja Dengan Pasangan dan Keluarga. Menurut Enny Supit, dalam kata pengantar, bagian buku ini tentang berbagai pendekatan praktik sangat bermanfaat bagi pekerja sosial dan pendidik pekerjaan sosial dalam memberikan pengenalan serta tinjauan hal-hal utama dari masing-masing pendekatan. Sebagai contoh, bagi pekerja sosial Indonesia, pendekatan-pendekatan naratif dan berbasis solusi masih baru dan belum ada bahan-bahan yang diterjemahkan (De Jong, Kelly). Demikian pula literatur yang masih langka tentang penerapan manajemen kasus untuk kesejahteraan anak, penderita penyakit gangguan jiwa dan orang lanjut usia (Mather dan Hull, Rapp, Austin dan McClelland). Alat-alat asesmen seperti Culturagram (Congress) dan Genogram (McGoldrick) sangat bermanfaat tetapi tidak mudah diperoleh dalam bahasa Indonesia. Supervisi praktik dan kolaborasi antarprofesi (Munson dan Abrahamson) adalah dua aspek pengembangan profesional yang umumnya kurang memperoleh tempat memadai dalam kurikulum pendidikan dan literatur pekerjaan sosial. Buku Pintar Pekerja Sosial ini merupakan sumber pengetahuan yang berharga bagi pekerja sosial profesional meskipun ditulis oleh kalangan yang berbeda dari Indonesia.

Steve Gaspersz


Responses

  1. Analisa yang sangat padat, menunjukkan penguasaan isi buku. http://membaca-buku.blogspot.com http:konflik-keluarga.blogspot.com

  2. Trims mas “otokritik” untuk komentarnya. Jangan lupa juga nyambangi gubuk saya di http://kabaressi.blogspot.com. Salam pencerahan!


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: