Posted by: katabuku | December 19, 2007

Khotbah Yang Menyentuh Kaum Perempuan

khotbah

Penulis: Alice P. Mathews; Penerbit: BPK Gunung Mulia 2007

Pemberitaan Injil merupakan tugas dari setiap orang yang mengaku sebagai “murid Kristus”. Dalam konteks kekristenan, pemberitaan Injil sederhananya dapat dipahami dalam dua pengertian, yaitu [1] pemberitaan Injil sebagai panggilan kehidupan. Dalam arti ini, pemberitaan Injil lebih bersifat eksistensial sehingga hidup itu sendiri merupakan suatu akta pemberitaan Injil. Pemberitaan Injil dalam arti ini dipahami sebagai dialog kehidupan dengan Allah dan manusia; [2] pemberitaan Injil sebagai pengajaran nilai-nilai kekristenan. Dalam arti ini, pemberitaan Injil lebih mewujud pada suatu bentuk pengajaran yang disampaikan oleh pendeta melalui khotbah-khotbah dari mimbar gereja.

Buku ini memusatkan perhatian pada pemberitaan Injil dalam arti kedua. Bertolak dari pengalaman pribadinya selama mengikuti kebaktian-kebaktian di gereja dan mendengarkan khotbah-khotbah dari banyak pendeta, Alice Mathews melakukan penelusuran kritis terhadap bentuk dan isi khotbah yang sudah didengarnya. Dari pengalamannya itu, Mathews melihat bahwa kehadiran perempuan dalam setiap kebaktian hampir tidak dilihat sebagai subjek yang seharusnya menjadi sasaran pemberitaan Injil (khotbah) tersebut. Selain sering menjadi objek ilustrasi konyol dalam khotbah-khotbah, perempuan kerap dianggap tidak ada atau terhisab ke dalam kehadiran laki-laki, sehingga muatan khotbah tidak tertuju langsung kepada perempuan.

Oleh karena itu, Mathews merancang buku ini “untuk menolong para pengkhotbah (khususnya laki-laki) untuk masuk ke dalam kulit seorang perempuan, untuk mendengar bagaimana ia mendengar dan untuk berpikir bagaimana ia berpikir – tentang Allah, Alkitab dan kehidupan Kristen” (hlm. 15). Kesadaran akan kehadiran perempuan dalam penyampaian suatu khotbah akan menjadi kabar baik bagi kaum perempuan yang duduk di bangku gereja. Untuk itu, dalam buku ini Mathews menjelajahi aspek-aspek relevan mengenai sosiologi jender, psikologi perempuan, bagaimana kaum perempuan mengetahui apa yang mereka ketahui dan bagaimana mereka mengambil keputusan-keputusan moral mereka. Dalam buku ini Mathews membedakan pengertian seks dan jender. Istilah seks menunjuk pada bagian biologis diri kita; jender menunjuk pada cara kita berpikir, merasa dan bertingkah laku yang mengungkapkan feminitas atau maskulinitas dalam pola-pola yang diterima secara budaya.

Melalui buku ini, Alice Mathews tidak hanya mengupas pemahaman klasik mengenai berkhotbah, tetapi lebih jauh mengajak setiap orang untuk memahami lebih dalam bahwa tujuan setiap khotbah adalah memberdayakan para pendengar supaya dapat menghubungkan apa yang mereka dengar dari Alkitab dengan usaha mereka memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks itu, bila kaum perempuan tidak didorong untuk belajar dan berpikir bagi diri mereka sendiri – bila mereka dituntun untuk meyakini bahwa hanya kaum laki-lakilah yang dapat berpikir – maka ini berarti bahwa mereka tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan akal budi mereka. Akal budi seorang perempuan merupakan kemampuan mereka untuk bersikap kritis.

Buku ini pada dasarnya ditujukan kepada para pengkhotbah dengan harapan agar para perempuan di dalam jemaat dapat mendengar dengan jelas Kabar Baik (Injil) mengenai kemurahan dan kasih Allah, serta dapat belajar mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan mereka, dan dapat mengasihi sesama mereka seperti diri mereka sendiri.

Steve Gaspersz


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: