Posted by: katabuku | December 19, 2007

Dr. Johannes Leimena: Negarawan Sejati, Politisi Berhati Nurani

leimena

Penyunting: Victor Silaen dkk

Proses menjadi Indonesia adalah proses yang panjang dan sarat dengan pertarungan ideologis, bahkan kekerasan fisik. Indonesia kita ini adalah hasil perjuangan bersama dimana setiap warga negara memiliki tanggung jawab yang sama besar untuk mengawal agar Indonesia tetap berjalan sesuai dengan dasar dan tujuan yang disepakati pada 17 Agustus 1945. Seperti apakah wujud pertanggungjawaban sebagai warga negara itu? Sejarah mencatat sosok Johannes Leimena yang menggagas konsep “kewarganegaraan yang bertanggung jawab”.

Buku ini memuat penjelasan Leimena tentang kewarganegaraan yang bertanggung jawab (Bagian Pertama). Di dalam tulisannya yang klasik ini, Leimena menjelaskan pandangan teologisnya mengenai “kewarganegaraan yang bertanggung jawab” serta implikasi politisnya bagi pemahaman dan praksis politik gereja atau orang Kristen di Indonesia. Pada Bagian Kedua, beberapa pakar mengelaborasi gagasan mereka di seputar tema “Pendidikan Kewarganegaraan: Antara Tantangan Lokal dan Global” (Anhar Gonggong, J. Kristiadi, Siswono Yudohusodo, Titi Sumbung). Mereka menyoroti secara kritis konsep pendidikan kewarganegaraan yang berada dalam pergeseran paradigma seiring dengan perubahan zaman dan masyarakat Indonesia. Bagian Ketiga – “Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Sebagai Praksis Pelayanan” – merupakan refleksi atas karya dan perjuangan Leimena dalam bidang kedokteran (Silas Leimena, Gottlieb Sihombing, Abraham Simatupang, Sujudi). Selama menggeluti karier politiknya, Leimena juga produktif melahirkan konsep-konsep inovatif di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat, seperti “Puskesmas”. Berbagai konflik sosial yang terjadi belakangan ini, menjadi sorotan beberapa kontributor yang melihat persoalan relevansi “kewarganegaraan yang bertanggung jawab” dalam carut-marut wajah keindonesiaan kontemporer dalam berbagai aspek. Ini tampil pada Bagian Keempat “Memaknai Ulang Keindonesiaan” (J.E. Sahetapy, Thamrin A. Tomagola, George J. Aditjondro, Harry Tjan Silalahi, Tjipta Lesmana). Bagian Kelima “Johannes Leimena: Pengabdian dan Perjuangan” terdiri dari beberapa tulisan yang mulanya disampaikan dalam kegiatan Memorial Lecture Johannes Leimena di Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon tahun 1995. Refleksi kritis sejumlah pakar yang disampaikan pada saat itu dianggap masih memiliki relevansi yang kuat dalam membedah sosok Johannes Leimena, sehingga dimasukkan sebagai bagian dari buku ini. Para kontributor pada bagian ini adalah Zakaria Ngelow, Fadel Muhammad, Roeslan Abdulgani, Andreas Yewangoe, serta satu tulisan terbaru Yanedi Jagau mengenai peran dan tanggung jawab GMKI, sebagai organisasi yang juga dibidani kelahirannya oleh Johannes Leimena.

Secara keseluruhan buku ini merupakan suatu refleksi kritis atas karya dan pemikiran Johannes Leimena, yang memengaruhi seluruh performa beliau secara utuh. Tidaklah berlebihan jika dalam kesetiaan dan pengabdiannya pada profesi kedokteran dan pada negara ini membentuknya menjadi seorang negarawan sejati yang tidak menjadi picik karena identitasnya yang “minoritas” (Kristen-Ambon), melainkan mengajak untuk belajar bagaimana membesarkan bangsa ini dalam kemajemukannya tanpa saling menyingkirkan.

Steve Gaspersz


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: