Posted by: katabuku | December 3, 2008

Selamat Natal – Seri Selamat Andar Ismail

Judul: Selamat Natal – 33 Renungan tentang Natal; Penulis: Andar Ismail; Penerbit: BPK Gunung Mulia

I’m dreaming of a white Christmas… Selamat hari Natal dan Tahun Baru! Demikianlah gegap gempita dan meditasi Natal bertaburan saat kita merobek lembaran kalender bulan November dan menatap lembaran baru kalender bulan Desember. Tak jarang kita pun mulai menghitung hari, tentu saja hari-hari menjelang Natal, walaupun lebih sering menghitung hari kapan kita mulai libur sekolah dan kerja, dan kapan terima THR (Tunjangan Hari Raya). Tahun demi tahun berlalu. Hari Natal juga menjadi bagian dari waktu setahun yang silih berganti – entah tempat kita merayakannya atau makna yang ditimbulkan oleh peristiwa itu sendiri.

Jauh sebelum pohon Natal terpasang dengan anggun dan megah di rumah-rumah kita, banyak mal dan toko sudah memajang berbagai atribut dan asesoris Natal. Meriah. Gemerlap. Warna-warni. Sungguh, kita ditenggelamkan dalam gemerlap hari Natal dengan alunan musik berbagai versi – mulai dari klasik sampai funky jazz. Namun, benarkah segemerlap itu hidup kita sehari-hari? Benarkah seindah itu warna-warni hubungan kita dengan sesama? Benarkah semerdu itu improvisasi dinamika hidup kita di dunia ini? Nyatanya, tidak. Bahkan apa yang nyaris tenggelam dalam seluruh hiruk-pikuk perayaan Natal adalah kesenyapan dan kepiluan nurani manusia yang merana dalam geliat derita hidupnya sehari-hari: uang sekolah anak tak terbayar, krisis global mendepaknya dari tempat kerja atas nama PHK, perceraian suami-istri menjadi hal yang biasa, dan sejuta kisah pilu yang mengiring langkah-langkah kita menapaki hari-hari di ujung tahun ini. Apakah masih ada sisi lain Natal yang menawarkan kepada kita suatu cara pandang baru dan bahkan cara beriman baru untuk menghayati kehadiran Allah dalam Kristus? Ada! Andar Ismail mengajak kita semua melihat kembali fragmen-fragmen kisah Natal dengan mata-nurani yang jernih. Bukan dengan iringan hentakan musik yang hingar-bingar, melainkan dengan kesenyapan imajinatif untuk menghayati bahwa Natal pada hakikatnya adalah peristiwa Allah yang menerobos dalam kepiluan manusia, suatu narasi Allah yang memanusia seutuhnya.

Bagi para pembaca setia Seri Selamat karya Andar Ismail, “Selamat Natal” bukanlah buku baru. Lima belas kali dicetak ulang, empat kali direvisi, dan lima kali diganti desain sampulnya, adalah catatan rekor bahwa buku ini mampu menyapa pembaca dengan segala kedalaman makna yang disampaikannya. Meskipun bukan “baru” tetapi dalam edisi kali ini Andar Ismail membuat penambahan dan perubahan pada beberapa bab dan bagian Epilog. Anda mau tahu apa saja yang ditambah? Carilah sendiri dan nikmatilah… Semoga setelah membaca buku ini kita dapat saling mengatakan: Natal adalah peristiwa keselamatan dan karena itu: Selamat Natal!

steve gaspersz

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: