40 Kisah tentang Upaya Menggapai Kesetaraan dan Keadilan Gender dari Perspektif Kristen
Penulis: Widdwissoeli M. Saleh; Penerbit: BPK Gunung Mulia 2008
Buku ini merupakan kumpulan refleksi sederhana tentang ungkapan-ungkapan atau sikap-sikap yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Saking terlalu biasanya, kita tidak lagi peka terhadap kecenderungan “ideologis” di dalamnya mengenai ketidaksetaraan gender. Di dalam ideologi ketidaksetaraan gender itu, para perempuanlah yang menjadi objeknya – yang membuat identitas perempuan hanyalah “pelengkap” bagi laki-laki, bahkan perempuan kehilangan identitasnya karena terserap dalam identitas laki-laki.
Penulis buku ini mencoba melihat pandangan-pandangan tertentu dalam kebudayaannya (Jawa) yang memosisikan perempuan sebagai pihak yang harus tunduk dalam mindset budaya kelaki-lakian. Kepada perempuan dikenakan larangan-larangan atau tabu, yang membatasi perempuan menemukan kebebasannya sebagai manusia sejati. Begitu kuatnya struktur dan pola pikir kelaki-lakian tersebut sehingga kebanyakan perempuan pun enggan untuk keluar atau menyimpang dari kebudayaan “utama” tersebut. Lantas, mereka menerima bahwa itu semua sudah semestinya demikian.
Benarkah demikian? Adakah alternatif pemikiran dan sikap yang “merdeka” dari penaklukan budaya kelaki-lakian itu? Mampukah perempuan melakukan yang segala sesuatu yang dipandang tabu oleh masyarakatnya? Bagaimana ia harus menghadapi konsekuensinya? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya, diulas dengan sederhana tetapi membuat kita sadar bahwa ketidakadilan gender ternyata bukanlah sebuah peristiwa yang spektakuler yang mampu dicandrai secara nyata, melainkan suatu “pandangan” dan “sikap” yang sudah kita anggap biasa tetapi berdampak lama dan luar biasa, sehingga sulit untuk ditransformasi. (SG)