Posted by: katabuku | January 4, 2008

Yesus Tidak Bangkit?: Menyingkap Rekayasa Yesus Historis dan Makam Talpiot


YTB

Penulis: Adji A. Sutama; Penerbit: BPK Gunung Mulia (cetakan pertama, 2007); ISBN: 978-979-687-410-1.

Pada 26 Februari 2007 Discovery Channel menayangkan film dokumenter The Lost Tomb of Jesus karya penulis/sutradara Simcha Jacobovici dan produser James Cameron tentang adanya makam Yesus Kristus dan keluarganya. Sepuluh peti mati (osuari) yang ditayangkan dalam film itu sebetulnya ditemukan 27 tahun lalu di Talpiot, Yerusalem, sebelum menjalani banyak pengecekan. Enam dari 10 osuari diklaim berisi tulang-belulang Yesus, Bunda Maria, Maria Magdalena, Matius, Josa (Yusuf saudara Yesus) dan Judah (kemungkinan anak Yesus).

Hasil penemuan makam Talpiot itu kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah pakar Yesus historis untuk membuktikan bahwa Yesus sesungguhnya adalah manusia biasa yang pernah hidup dalam sejarah, yang berbeda sama sekali dari apa yang diyakini secara imaniah oleh kalangan umat Kristen. Salah seorang yang memanfaatkan hasil penemuan makam tersebut adalah James D. Tabor yang menulis buku Dinasti Yesus. Dinasti Yesus adalah rekonstruksi James Tabor mengenai “Sejarah Tersembunyi Yesus, Keluarga Kerajaan-Nya dan Kelahiran Kekristenan” (subjudul). Yesus historis yang direkonstruksi James Tabor sangat berbeda dibandingkan dengan gambaran Kekristenan mengenai “Yesus”. Yesus historis di sini adalah Yesus yang sepenuhnya beragama Yahudi, taat kepada Taurat dan mengajarkan ajaran Yahudi. Ia sudah mati, dimakamkan dua kali dan tidak bangkit dari antara orang mati.

Dalam buku ini, Adji Sutama (AS) berupaya memberikan tanggapan kritis terhadap argumentasi James Tabor dalam bukunya Dinasti Yesus. Pembedahan kritis AS terhadap Dinasti Yesus dilakukannya pada bab 1 – bab yang cukup tebal dengan 152 halaman – yang dimulai dengan sinopsis Dinasti Yesus. Pembedahan kritis selanjutnya dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama, kritik difokuskan pada harmonisasi James Tabor atas teks yang digunakannya untuk merekonstruksi Dinasti Yesus – dinasti Yahudi yang beriman Yahudi atau beragama Yahudi (Yudaisme) – terutama para tokohnya. Kritik tahap kedua ditujukan pada konteks yang lebih utuh, yaitu pada masing-masing teks yang digunakan Tabor. Pada tahap ketiga, kritik lebih meluas pada keseluruhan pemikiran Tabor dan rekonstruksi Dinasti Yesusnya. Pada tahap terakhir ini, AS menunjukkan “subjektivisme dan retorika Tabor” yang tampak “dalam inkonsistensi metode dan argumennya” (hlm. 118). Inilah yang disebut harmonisasi, yaitu “apa yang tidak dikatakan di dalam teks justru itu yang dikembangkan menjadi kemungkinan, lalu ditambah dan diharmonisasikan dengan kemungkinan lain, ditambah kemungkinan lain dan ditambah terus sehingga akhirnya memberi kesan kepastian atau kebenaran yang pasti, yang sesuai dengan pendapatnya”. Rekonstruksi Yesus historis yang sepenuhnya Yahudi dilihat AS sebagai sesuatu yang sah-sah saja. Masalahnya ialah ketika Tabor memaksakan pendapatnya menjadi semacam ideologi, tujuan menghalalkan cara. “Ia tidak peduli pada hermeneutik dan metode penafsiran yang dapat dipertanggungjawabkan”.Tabor tidak hanya memilih-milih teks PB yang dinilai mendukung pendapatnya, tetapi juga merekayasanya sehingga menjadi teks baru, “teks-historis”-nya. AS juga memperlihatkan inkonsistensi Tabor mengenai kebangkitan orang mati, yang – dalam hal ini kebangkitan Yesus – dianggap oleh Tabor sebagai ide hasil rekayasa Paulus.

Menurut AS, interpretasi Tabor dalam bukunya itu disebabkan karena kesalahan hermeneutik, suatu kesalahan dalam memahami dinamika kompleks dari komunikasi tekstual. Oleh karena itu, pada bab 2 AS membangun kerangka tafsir dengan pendekatan hermeneutik Kritik Naratif. Dalam komunikasi tekstual terdapat tiga unsur dasar: penulis, teks dan pembaca. Penulis dan pembaca hidup di dunia-nyata sehingga mereka dapat disebut penulis-nyata dan pembaca-nyata. Namun, di dalam teks Injil tidak ada penulis-nyata dan pembaca-nyata. Yang ada hanya penulis-imajiner dan pembaca-imajiner. Keduanya adalah hasil konstruksi penulis-nyata sekaligus rekonstruksi dari pembaca-nyata. Mengatakan bahwa dalam cerita Injil tidak ada penulis-nyata dan pembaca-nyata perlu dipahami sebagai suatu pembedaan atau pemilahan metodologis.

Isi teks Injil adalah kesaksian iman jemaat awal mengenai apa yang terjadi dan yang telah dipercaya sebagai tindakan Allah di dalam sejarah kehidupan mereka. Bentuk atau genre sastranya adalah cerita (story). Dunia-cerita Injil dapat dibedakan dari dunia-nyata jemaat awal, karena dunia-cerita adalah hasil konstruksi penulis-nyata sekaligus hasil rekonstruksi pembaca-nyata. Karena pembaca ikut merekonstruksi dan “membaca adalah menulis-ulang” maka dunia-cerita selalu berubah. Dunia-cerita memang dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan dari dunia-nyata. Sebab ketika mengonstruksi dunia-cerita itu, penulis-nyata juga “membawa masuk” dunia-nyata sebagaimana dialaminya secara historis dan eksistensial. Juga, ketika merekonstruksi dunia-cerita itu pembaca-nyata “membawa masuk” dunia-nyatanya sendiri. AS kemudian menempatkan “kebangkitan Yesus” ke dalam kerangka hermeneutik tersebut, sehingga terbentuk rekonstruksi sebagai berikut: [1] ada peristiwa historis: Yesus bangkit. Tidak ada saksi mata atas peristiwa ini; [2] ada peristiwa penampakan dari Yesus-yang-sudah-bangkit (Yesus-kebangkitan) yang disaksikan oleh jemaat awal; [3] peristiwa tanggapan atas penampakan Yesus-kebangkitan. Pengalaman perjumpaan dengan Yesus-kebangkitan yang menampakkan diri itu diimani jemaat awal sebagai tindakan Allah; [4] simbolisasi atau pengungkapan iman di dalam bentuk-bentuk bahasa komunikatif; [5] teologi, penjelasan atas apa yang sudah diimani dan yang sudah diungkapkan dalam bentuk-bentuk kebahasaan. Iman yang mencari pemahaman (hlm. 157-158).

Untuk memahami makna tubuh Yesus-kebangkitan, pada bab 3 AS memberikan ulasan dengan menggunakan titik berangkat atau asumsi iman, yang kemudian diikuti oleh penalaran akal untuk memperoleh pemahaman atas apa yang telah diimani. Prinsipnya adalah mengimani untuk dapat memahami dan bukan memahami untuk dapat mengimani (faith seeking understanding). Penjelasannya mengenai “tubuh-kebangkitan” dibagi ke dalam dua perspektif, yang disebut paradoks positif dan paradoks negatif (hlm. 166-170). Pada bagian selanjutnya dilakukan penelusuran atas pendapat beberapa teolog mengenai tubuh-kebangkitan, seperti James D. Tabor, Ioanes Rakhmat, Andar Ismail, F.O. van Gennep dan para teolog Injili.

Penemuan dan penelitian makam Talpiot dan isu makam keluarga Yesus menjadi perhatian AS dalam bab 4. AS menolak dugaan bahwa di balik isu makam Talpiot terdapat sentimen Yahudi terhadap Kekristenan, atau isu itu sengaja diarahkan untuk merusak sejumlah ajaran Kristen. Menurutnya, dugaan itu bertentangan dengan fakta bahwa ada banyak pakar dari berbagai latar belakang keagamaan, bahkan orang Yahudi sendiri, yang menentang kesimpulan bahwa makam Talpiot adalah makam keluarga Yesus. Untuk lebih jelas, AS menampilkan profil enam dari sepuluh osuari yang ditemukan pada makam Talpiot yang diekskavasi oleh Israel Antiquities Authority pada 1980 (hlm. 199-203). Ulasan dilanjutkan dengan menampilkan alternatif dari Stephen Pfann, epigrafer dari University of Holy Land. Pfann terutama mengkritik film Jacobovici yang menganggap makam Talpiot sebagai makam keluarga Yesus. Menurut Pfann, makam itu adalah makam keluarga Yahudi pada umumnya. AS kemudian mengeksplorasi sejumlah data penelitian menyangkut nama-nama, cara penulisan nama, simbol-simbol, perhitungan statistik ala Feuerverger dan tes DNA. Kritik AS pada bagian ini ditujukan kepada sejumlah adegan “janggal” yang muncul dalam film The Lost Tomb of Jesus karya Simcha Jacobovici dengan produser James Cameron. Kejanggalan ini dibedah agar tidak membingungkan (atau menyesatkan?) publik karena Jacobovici menyebut filmnya sebagai film dokumenter.

Hubungan film ini dengan James Tabor nampak karena Tabor tampil berulang-ulang di layar film sebagai teolog yang menjelaskan sekaligus membela pendapat film ini (bahwa makam Talpiot adalah makam keluarga Yesus Nazaret, termasuk makam Yesus). Pendapat film ini kurang lebih sama dengan pendapat Tabor: Yesus historis tidak bangkit melainkan dimakamkan dua kali.

Secara keseluruhan buku merupakan sebuah ulasan yang padat dengan data (dari berbagai sumber) dan interpretasi terhadap data, yang kemudian ditautkan secara kritis dalam konteks keberimanan masa kini. Dengan membaca buku ini, kita dihadapkan dengan suatu kenyataan yang tak terhindari bahwa “beriman” tidak berlangsung dalam suatu ruang hampa yang bebas nilai. Perkembangan media komunikasi memberikan kemungkinan yang sangat luas untuk memahami secara kritis aspek-aspek utama dan fundamental dalam iman Kristen, yang dengannya iman bertumbuh mendewasa dalam konteks yang menantang, bukan meninabobokan. Buku ini memberikan sebuah cara pandang yang cerdas dalam menyikapi isu-isu sensasional berkaitan dengan iman Kristen, tanpa harus terjebak dalam kejumudan yang mewujud dalam sikap anti-kemajemukan dan kekerasan-rohani. Apalagi jika sampai harus memberangus karya orang lain tanpa membangun sebuah jembatan dialog-dialektis. Semoga.

Steve Gaspersz

About these ads

Responses

  1. Kritik berikutnya dari sisi Islam adalah buku dengan judul “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih : Sebuah Pelurusan Sejarah & Jawaban untuk Dinasti Yesus” diterbitkan oleh Restu Agung, 2008

    Buku bisa dibeli ditoko buku Gunung Agung.

    http://www.tokogunungagung.co.id/index.php?go=book_search&event=1&plu=445024&start=0

  2. Trims mas Arman untuk infonya… wah asyik juga nih kalau satu waktu kita bisa bikin bedah buku bersama dari perspektif agama-agama tentang satu tema.

  3. Ya..Tuhan ampunilah dia yang telah menulis buku tentang ini semua…,seperti Engkau telah mengampuni kami semua dari penebusanMu melalui kematian dan menang dari kebangkitanMu…

    sesungguhnya mereka tidak mengetahui apa yang mereka perbuat.dan aku sebagai hambaMu mengampuni siapapun yang telah menulis buku ini maupun yang mempercayainya…damai untuk semua.dalam nama Tuhan Yesus amin…

    Yesus putra Allah telah bangkit..dan akan datang untuk kedua kali nya…,bertobatlah sebab kerajaan Allah sudah dekat. percayalah…Yesus mengasihi kita semua….kita saudara satu ciptaan…mari,jangan tunggu lagi!

    • Terima kasih untuk komentarnya yang panjang lebar. Tapi sebaiknya saudara membaca dulu bukunya. Bukankah mengasihi Tuhan juga dengan “akal budi”? Jadi mari kita gunakan akal budi kita untuk mencermati segala sesuatu. Karena di dalam setiap peristiwa dan pengalaman kita bisa menemukan makna bagi penguatan iman kita.

  4. […] This post was mentioned on Twitter by Regina Yovita, Regina Yovita. Regina Yovita said: wah kurang ajar ni blog!! http://katabuku.wordpress.com/2008/01/04/yesus-tidak-bangkit/ […]

    • Wah, yang kurang ajar adalah orang yang memberi komentar tanpa mempelajari lebih dulu proses pemikiran dan diskursus di balik suatu perspektif.

  5. Orang yang menghina agama orang lain, itu mencerminkan agama yang dianutnya memang tidak benar. alias sesat.

    Orang kristen tidak pernah menghina agama bapak (tidak perlu saya sebutkan), namun kenapa bapak mencoreng muka sendiri dan agama bapak dengan menghina agam lain terutama Kristen. Kalau mau mencari umat untuk masuk agama bapak, tidak harus dengan cara demikian.

    Dalam kitab suci dikatakan, Menjelang akhir zaman, akan banyak bermunculan nabi-nabi palsu, mungkin pengarang buku ini merupakan salah satu diantaranya.

    Benar tidaknya kebenaran kebangkitan Yesus, tidak perlu Bapak sibukkan, karena semua kebenaran akan kelihatan jelas pada hari penghakiman yang akan datang kelak. Jadi daripada Bapak kurang kerjaan, lebih baik berbuat kebajikan untuk sesama seperti yang diajarkan semua agama. Kecuali Bapak memang diajarkan untuk menyesatkan dan menghina orang lain..

    INGAT : “MULUTMU HARIMAUMU”
    Jadi sebelum Tuhan menampar mulut Bapak , lebih baik bapak menyadari dan mengaku dosa bapak dan minta ampun..

    • Saudari Linda, apakah anda tahu bahwa blog ini saya khususkan untuk resensi buku-buku? Sebelum anda berkomentar sebaiknya anda pahami dulu esensi tulisan saya dalam blog ini. Dan apakah ketika anda berkomentar anda sudah membaca buku ini? Saya justru heran dengan orang-orang seperti anda yang belum berpikir, belum membaca, belum berefleksi, sudah langsung berkomentar tanpa arah yang jelas. Apakah anda menemukan nuansa penghinaan suatu agama dalam tulisan (resensi) saya? Anda berlagak seolah-olah hakim agama yang berhak menghakimi orang lain tanpa suatu pendasaran logis yang jelas. Blog ini terbuka untuk berdiskusi tapi bukan untuk menghakimi seolah-seolah anda orang paling saleh di bumi ini.

  6. kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus bukan untuk diteliti namun untuk diyakini.
    memang untuk itu kita butuh iman, jadi untuk saudara2ku yang terkasih, jangan kendurkan imanmu hanya karena ilmu pengetahuan yang dengan mudah memutar balikkan fakta.
    ingat…..
    biarlah Dia dapati aku dan engkau tetap setia, sekarang dan selamanya.
    AMIN

    • Terima kasih saudara Efendy. Beriman tidak pernah bisa dilepaskan dari proses memantulkan iman itu dalam kehidupan nyata. Proses memantulkan iman itu dalam seluruh eksistensi kita juga sangat terkait dengan proses kita merenungkan dan memikirkan seluruh pengalaman hidup sebagai ekspresi iman itu. Jadi tidaklah tepat kalau anda mengatakan bahwa soal iman tidak terkait dengan pengetahuan. Bukankah Yesus sendiri mengatakan bahwa salah satu hukum yang utama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi?

  7. klo emang yesus tidak bangkit itu terserah kamu karena kamu kan yang tidak percaya
    tapi…!? ingat satu hal lebih dari 300 juta penduduk dunia memeluk agama kristen
    jadi aku ingin meluruskan bahwa kita tidak boleh menghina agama orang kita harusnya ngaca donk apkah kita sudah taat kepada tuhan

    • Saudara Nicolas, blog ini saya khususkan untuk menulis resensi buku. Apakah saudara sudah membaca buku itu? Sebaiknya anda baca dulu baru marah-marah. Bisakah anda menunjukkan kepada saya nuansa penghinaan suatu agama sebagaimana yang anda tuduhkan kepada saya? Mari kita berdiskusi. Kalau orang beriman seperti anda yang belum apa-apa sudah menuduh orang lain, jangan-jangan anda sudah memberhalakan diri sendiri untuk sama seperti Tuhan, lalu berhak menghakimi orang lain.

  8. Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan, Tuhan
    Ampunilah mereka

    • Jangan kuatir saudara Antonius. Tanpa anda minta pun Tuhan selalu mengampuni saya. Malah saya heran komentar anda mencerminkan anda berlagak seperti Yesus. Apakah anda menganggap diri anda sama seperti Yesus?

  9. Iya, kita harus mendoakan penulis buku serta yang mengedarkan buku ini sebab mereka telah menyebarkan berita yang meragukan kebenarannya.Ya Tuhan Ampunilah mereka.amin.

    Tuhan Yesus Tetap akan Mengasihi siapapun, sebab Ia baik. Kembalilah pada Tuhan, Tuhan selalu Membuka tangannya untuk anda.

    ALLAH itu Maha Kuasa sehingga Ia Menjelma jadi manusia untuk menjadi kemulyaan bagi ALLAH dan sebagai perlambang kemulyaan bagi Israel.

    Tuhan Yesus itu adalah Anak ALLAH.Dia adalah raja Israel dan Tuhan serta Juru selamat. Dia Berkuasa Melawat Umatnya, jika engkau percaya pada Kristus dan meminta Dia datang melawatmu, Dia sanggup melakukannya asalkan engkau bersungguh-sungguh.Sebab Ia adalah ALLAH yang Hidup dan Penasehat yang ajaib serta ALLAH yang Berkuasa.

    Sungguh sudah banyak yang dilawat oleh Kristus termasuk saya sendiri dalam mimpiku sudah berapa kali dia melawat aku.meskipun dia tidak menampakkan wajahnya,itu artinya dia rendah hati, tidak sombong kayak manusia.
    pertama, dia datang memberikan nasehat agar aku berdamai dengan ibuku.
    kedua dia datang membebaskan aku dari ruangan yang gelap.
    ketiga, semalam dia membawa ku ke sorga yang di dalamnya ada seorang wanita,tempat itu sangat istimewa dan bagaikan kita diperlakukan seperti orang yang sangat penting dan sangat mahal. sehingga aku bercakap dengan wanita itu.lalu aku bertanya apakah beda ALLAH islam dengan ALLAH Kristen.Wanita itu pun menjawab:kalau gak salah ingat gini…jelas beda,sama halnya kalau kita bekerja dengan pengusaha dan bekerja dengan orang yang kehilangan perusahaan.bayangkan saja, mimpi yang kujalani itu seperti nyata.Tuhan Yesus itu benar dan janjinya itu benar.ALLAH yang hidup, sungguh ajaib.DIA memang rajaku.Raja Israel yang sangat baik hati.

    Siapapkah kita ini sehingga kita selalu menolak sang Raja,padahal dia datang ke kita dengan tangan terulur dan cinta kasihnya, tetapi kita selalu menolak bahkan mencacinya dengan membusungkan dada.
    setiap orang punya akal dan bisa mengakal akali agama, tetapi hati kita mengenal Yesus asal kita mau jujur akan Dia yang diutus oleh Bapa.

    Semoga Yesus Kristus datang dan Membawa penyelamatan bagi semua manusia serta memimpin dunia.amin.

  10. Terima kasih untuk khotbahnya. Tapi saya perlu tanggapan anda terhadap isi buku yang saya resensi.

  11. “Yesus tidak bangkit?”
    seharusnya judul diatas menggunakan tanda seru “!”
    biar seru kali ya dan biar tambah laku bukunya…

    tapi saya sebagai penganut ajaran Kristus tidak perlu mempertanyakan lagi “?” toh ujung-ujungnya iman bukan tentang riset atau data. jadi sukses aja dengan bukunya Pak Adji. Shaloom.

  12. jangan komen tentang agama orang laen.hal seperti itu akan merusak kerukunan antar agama

  13. setiap AGAMA YANG DI YAKINI, bukan saling untuk mencari yang benar dan yang salah…agama ku ya agama ku, agama MU ya agamamu..(ingat kita bisa melihat kotoran dimata ORANG LAIN) tetaoi kotoran DI mata kita TAK TERLIHAT.BETUL..

  14. menarik sekali, tapi bukankah yesus itu disemayamkan dengan menggunakan kain dan dirempah seperti kebanyakan bangsa Israel, bukannya osuari? apakah anda berpendapat juga bahwa yesus bangkit dengan segala hal yang utuh? termasuk tulang yang hilang ikut bangkit?
    Tetapi saya berpendapat, Yesus wafat sebagai manusia, dan akan bangkit seperti halnya manusia, yang berarti Yesus bangkit dalam bentuk Roh, dan diluar nalar manusia, Yesus menampakkan diri sebagai Tuhan, dan itu sungguh diluar nalar manusia, karena itulah Daya Tuhan

    • Silakan baca dulu bukunya secara utuh. Anda akan mengerti apa yang dibahas di situ.

  15. SEMBARANGAN MENGARANG ASAL BUNYI………………KENTUT JA D KARANG, DI REKAM SUARA.

    • Yang sembarangan adalah orang yang tidak tahu apa-apa tapi sok tahu. Belum baca sudah asbun (asal bunyi). Kalau mau menanggapi suatu isi buku, tulislah buku. Bukan kentut seperti komen anda ini.

  16. iqra’=bacalah
    itulah ayat yg pertama turun,,,,,,,
    dg membaca kita akan paham akan sesuatu…
    dg membaca kita dpt mencintai ataupun membenci sesuatu…

    “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”
    “karena suatu kaum tdk akan menanggung kaum yg lain”

    maka lihatlah semua dg cinta,
    karena tuhan serta makhluk di alam seisinya jg mencintai makhluqnya yg penuh cinta sesama makhluqnya.,,,
    trimakasih..dan mhon maaf sbelumya.

  17. sungguh,,sungguh terlalu…
    kl begitu anda lebih percaya ke si penuliz buku..silahkan anda percaya dengan tulisan itu..kami tidak akan goyoh dengan tulisan seperti ini.
    banyak org yg lbih berpikir jauh dari anda bahkan mereka suda mencapai planet lain.itu semua beragama apa???
    kristen kan??jd hanya kebodohan lah yg percaya itu..atw bahkan penulis bukumu itu skarang udh ada di neraka.dan anda akan menyusulnya..kasihan bangat,,sadarrrrr pak………………

    • Anda bicara seperti tuhan saja. Sok menghakimi dengan menyebut-nyebut surga/neraka. Memangnya anda siapa? Baca dulu bukunya. Kalau tidak setuju, tulis sanggahan anda dengan rasio yang tenang dan jernih. Hanya orang bodoh yang selalu bicara surga/neraka padahal dia sendiri tak tahu apa-apa tentang surga/neraka itu.

  18. katanya : buku itu jendela kalbu.
    bersihkan dulu jendela anda yang sangat sangat kabur dan berdebu
    kasihan biar mata hari bisa masuk
    dan duduk manislah baca kitab suci anda (jika anda punya agama)
    pasti kebohongannya akan kelihatan lebih banyak dari buku
    yang anda referensikan diatas.
    kacian anda kaya anak ayam melawan elang

    • Saya juga “kacian” membaca komen anda ini. Komen anda mencerminkan pikiran anda yang ibarat rumah tanpa jendela: pengap, gelap dan bau. Belum baca sudah berkoar-koar seperti anak ayam kehilangan induk.

  19. maaf,,, YESUS tidak bangkit? judul bukunya koq aneh ya? bikin orang jadi bingung!. (Wahyu 22 ayat 18″ Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini : jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis dalam kitab ini.
    ayat 19 Dan jikalau seseorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini. “)
    nah kitab yang dimaksut diatas adalah ALKITAB. MANUSIA JANGAN SALING MENGHAKIMI……. ITU ADALAH KUASA TUHAN….

    • Baca dulu dong bro, baru komen.

  20. semua orang bole berkeyakinan masing2x,, lok mslah ini biarlah,,, ini urusannya penulis dgn Tuhan… emang agama kalo dibwa2x dgn logika gk akan prnh bsa,, tinggal kita prcya saja…. yg kita kejar kan sorga bkan dunia,,, perkara surga lok diduniakan ya jadinya kek bgtu,,, gak akan pnh habis dosa itu… bdoa aja,, kuatin iman bt kedatanganNya kali yg ke dua.

  21. hahahahah…
    saya hanya bisa tertawa membaca ini…
    jika saya sebagai anda saya tidak akan pernah mempost ini…

    Beberapa pertanyaan saya…
    1. Apa yg nulis buku ini sudah lahir saat jaman Yesus?
    2. apa yg nulis buku ini kenal Yesus?

    untuk penemu makam Yesus

    3. darimana dia tau itu makam Yesus? apa dia berada didekat makam Yesus pada saat Yesus Dikubur??

    jika jawabannya “tidak” berarti isi buku itu omong kosong…

    • Saya juga hanya bisa tertawa membaca komen anda yang menggelikan. Sebuah buku adalah refleksi pengalaman & pengetahuan seseorang. Soal pembuktian isinya itu tergantung pada keputusan pembaca. Omong kosong atau omong penuh hanya bisa anda tentukan kalau sudah membaca. Kalau belum membaca sudah berkoar-koar itu jelas “tong kosong nyaring bunyinya”.

  22. si pembuat buku harus kenerima keritikan dari berbagai kalangan karena ia menampaka karangannya itu di muka umum. Jadi anda harus terima. kepintaran kita bisa membuat kita melakukan apapun..
    apakah Anda, setelah anda meninggal dunia nanti akan masuk surga ?.Semua orang mencari jalan keselamatan untuk masuk yang namanya kata”SURGA” Melalui cara apapun. Jika yesus itu tidak bangkit apakah saran anda untuk orang kristen dan orang yang diluar islam ?,kesia siaan kah ?.Nabi Muhamad akan membawa anda masuk ke surga jika ia juga mungkin akan diselamatkan. jadi kata “mungkin” dalam kalimat yang ada didalam alkuran itu, akan pasti kah umat Islam masuk surga ?.Dan mengapa kejamnya Tuhan anda mengatakan jika orang yang belum percaya dan menolak Dia bisa anda perangi ?, menurut anda adakah kasih Nabi Muhamad itu merata kepada semua orang di dunia ini /. Bukankah perintahnya itu mendahului neraka..Yesus itu tidak mengajarkan supaya umatnya mengkritik agama lain, tetapi belajar untuk mengenal dia sang pencipta. Tetapi Nabi Muhamad mencatat itu dalam alkuran..
    ini bukan perdebatan tentang bedanya agama tetapi, ini tentng keselamatan setelah kematian kita semua di dunia ini…

    jadi saudara, jangan keliru akan dunia…thank you somuch…..

    • Terima kasih atas komennya yang tidak jelas. Silakan baca dulu bukunya baru berkomentar dengan cerdas. Blog saya ini berisi resensi buku. Kalau tidak terima dengan isi suatu buku, baca dulu dan bedahlah isinya. Kalau tak suka, jangan beli dan tak usah membaca.

  23. aduh kalian semua ini benar benar memalukan… buku ini terbitan BPK Gunung Mulia teman teman.. jelas arahnya kemana, jelas juga di pihak siapa.. jadi saya setuju sekali kalo kita beli bukunya, dibaca dan baru beri tanggapan karena buku ini berisi bantahan tentang berbagai teori yang banayak bermunculan tentang kebangkitan Yesus, jangan terburu-buru komentar macam2..GBU all

  24. teman-teman, lihat dulu judulnya….” YESUS TIDAK BANGKIT?” kan ada tanda tanya…..

    itu artinya, dibaca dulu…. baru kasi komen, entah itu mengkritik, atau mengkritisi….

    siapa tahu jawabannya nanti, bahwa Yesus benar-benar bangkit. kan belum tahu sebelum dibaca….

  25. tapi ngga ada tuh jawabannya bro,
    itukan udah menyimpulkan bahwa Yesus tidak bangkit
    sebagai penulis, tolong jangan menyebarka hal-hal yang menyesatkan bagi agama lain dong… pikirkan saja bila posisi Tuhan anda yang di buat begitu…
    sekali lagi bila tidak mengenal Yesus dalam agama orang lain tolong jangan posting yang aneh-aneh.

    Trim’s untuk perhatian :)

    • Nia Keintjem, sudah baca buku ini? Kalau mau menanggapi suatu buku, tulislah argumentasi anda dengan cerdas dan jelas. Blog ini berisi resensi buku. Belilah bukunya, bacalah dengan otak yang jernih dan tulislah tanggapanmu dengan jelas. Memangnya anda siapa kok nglarang saya posting tulisan di blog saya sendiri. Aneh juga kamu ini ya…

  26. kenapa sih semua orang sinis membaca n memberi komentar pada artikel ini. Bukannya malah bagus, isu dinasti Yesus oleh Tames Tabor yang menyangsikan iman Kristen terbantahkan secara ilmiah oleh buku Adjie Sutama n artikel ini. Bacalah yang lengkap sebelum memberi komentar biar jangn menjadi fanatik buta


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: